Medan,BN- Kampanye Manggadong menjadi fokus utama dalam acara Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia Provinsi Sumatera Utara yang dipadukan dengan Hari Krida Pertanian. Bertempat di pelataran halaman Kantor Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Jalan A H Nasution, Selasa (9/10), perayaan tersebut laksana pesta rakyat dengan sajian makanan khas lokal yang bisa dinikmati gratis ratusan pengunjung.

Acara dihadiri Sekda Provsu H Nurdin Lubis, MM, Ketua Tim Penggerak PKK Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho, Ketua Komis B DPRD Sumut Ir Washington Pane, Bupati/walikota se Sumatera Utara, Kepala SKPD yang menangani Ketahanan Pangan, Fakultas Pertanian Perguruan Tinggi, kelompok tani, masyarakat umum, pelajar dan LSM. Dalam sambutannya, Plt Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho, ST yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumut H Nurdin Lubis, SH, MM peringatan HPS adalah untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya masalah pangan, baik ditingkat global, regional maupun nasional. Peringatan ini sekalgus untuk memperkokoh solidaritas antar bangsa dalam usaha memberantas kekurangan pangan dan kasus gizi kurang tang masih dialami sebagian penduduk dunia.

Dengan tema Agroindustri Berbasis Kemitraan Petani Menuju Kemandirian Pangan, Gatot menekankan agar seluruh Kepala Daerah dapat melihat potensi-potensi agroindustri terutama industri pangan lokal untuk meningkatkan cadangan pangan dan mengantisipasi kerawanan pangan dan kelaparan. Selain itu, Gatot juga berpesan agar masyarakat tidak meninggalkan kearifan lokal Sumut yaitu Manggadong sebagai kebiasaan positif mengkonsumsi umbi-umbian sebelum makan nasi. ?Kearifan lokal kita, yaitu Manggadong agar disosialisasikan ke tingkat nasional, terlebih penting lagi kepada masyarakat Sumatera Utara dalam rangka mengurangi konsumsi beras,? ujarnya.

Dalam Perayaan dilangsungkan lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman berbasis sumber daya lokal tingkat provinsi yang diikuti oleh kabupaten/kota se Sumatera Utara. Kabupaten Deli Serdang yang memenangkan lomba akan diikutkan dalam lomba serupa pada tingkat nasional.

Mangadong sebagai ikon ketahanan pangan Provinsi Sumatera Utara menjadi tema utama berbagai stan bazar dan pameran. Sebagaimana tema, Badan Ketahanan Pangan Provinsi juga memperkenalkan produk mie yang dibuat dari tepung mocaf yaitu berbahan dasar ubi kayu. Mie yang sudah dikembangkan industri pengolahannya dan pemasarannya sudah mulai dijual di pasaran. Produk mi yang sudah mulai digunakan oleh para pedagang mie bakso dan mi ayam keliling ini juga dapat dengan bebas dicicipi oleh para pengunjung yang hadir.

?Kami menampilkan pameran binaan agroindustri pangan yang merupakan diversifikasi pangan. Diantara produk yang ditmapilkan adalah mi dengan produk mocaf berbahan ubi kayu, juga bermacam-macam panganan berbahan dasar ubi kayu, ubi jalar dan bahan lainnya khas daerah,? jelas Kepala Badan Ketahaanan Pangan Ir Setyo Purwadi. Menurutnya pengembangan mi berbahan baku mocaf ini merupakan salah satu upaya menggeser pola konsumsi beras masyarakat dengan bahan pangan lokal lainnya yang bukan terigu.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan penghargaan Adi Karya Pangan Nusantara Provinsi Sumatera Utara tahun 2012 kepada kelompok dan perorangan dengan berbagai kategori yaitu pembinaan ketahanan pangan, pelayanan ketahanan pangan, peloporketahanan pangan , pelaku dan pembina ketahanan pangan. Untuk pembina ketahan pangan terbaik pertama adalah Bupati Deli Serdang Amri Tambunan dan terbaik kedua adalah Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing. Kepada para pemenang diberikan penghargaan dan dan pembinaan juga dilakukan penyerahan bantuan bibit ternak, bibit tanaman dan alat pengolahan kepada kelompok tani dan tenak dan pengolahan pertanian.

Kepala Dinasi Pertanian Provsu H M Roem berkesempatan menjelaskan mengenai Hari Krida Pertanian yang diperingati oleh masyarakat pertanian setiap tanggal 21 Juni. Pemilihan tanggal didasarkan pertimbangan tanggal tersebut bila ditinjau segi astronomis, matahari berada pada garis balik utara sehinga terjadi pergantian iklim sejalan dengan perubahan usaha kegiatan pertanian. Cara pembangian musim oleh petani yang terbagi atas 12 siklus yaitu hujan, angin, serangga, penyakit dsb, maka pada tanggal 21 juni bertepatan dengan siklus pertama dari 12 siklus tersebut. Selain itu, kegiatan panen umumnya sekitar Juni dan Juli, yang merupakan momentum bersyukur, berbangga hati dan evaluasi.

Menteri Pertanian Suswono dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprovsu menekankan dalam memaknai Hari Krida Pertanian 2012, naka segenap pihak harus berkomitmen mencapai empat target utama pembangunan pertanian yaitu swasembada dan swasembada berkelanjutan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam upaya pencapaian target yang dihadapkan dengan tantangan perubahan iklim global, maka pihaknya telah menetapkan kebijakan operasional yaitu mengembangkan varietas tahan kekeringan maupun genangan serta menyebarluaskan kalender tanam sesuai iklim wilayah setempat.(ndo)